oleh

Dugaan Korupsi Dana Desa Ehe Kian Menguat, Warga Soroti Penggunaan Pasir Pantai untuk Proyek Jalan dan Pertanyakan Audit Inspektorat

banner 468x60

LacakFakta.com/Minahasa Utara – Polemik dugaan penyimpangan pengelolaan Dana Desa di Desa Ehe, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara, terus menjadi perhatian masyarakat. Setelah muncul berbagai keluhan terkait minimnya pembangunan dan rusaknya fasilitas umum, kini warga kembali menyoroti kualitas proyek infrastruktur desa yang dinilai tidak sesuai dengan standar pelaksanaan pembangunan. Jumat 17 Juli 2026.

Sejumlah warga mengungkapkan bahwa pembangunan jalan desa yang dilakukan pemerintah desa diduga tidak sepenuhnya dibiayai melalui anggaran yang telah dialokasikan pemerintah. Menurut keterangan warga, dalam proses pembangunan jalan tersebut masyarakat justru diminta untuk ikut menanggung biaya pembangunan.

banner 336x280

Selain itu, warga juga mempertanyakan penggunaan material yang digunakan dalam proyek tersebut. Mereka menyebut bahwa jalan yang dibangun diduga menggunakan pasir pantai atau pasir putih yang diambil dari wilayah pesisir setempat.

“Setahu kami, masyarakat ikut mengeluarkan biaya untuk pembangunan jalan. Yang menjadi pertanyaan, dana desa itu digunakan untuk apa jika masyarakat masih harus ikut menanggung biaya pembangunan. Selain itu material yang dipakai juga diduga menggunakan pasir pantai,” ungkap salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Temuan tersebut menambah daftar pertanyaan masyarakat terkait transparansi penggunaan Dana Desa yang selama ini dikelola pemerintah desa.

Kepala Desa Klaim Proyek Sudah Diaudit Inspektorat
Saat dikonfirmasi terkait pelaksanaan pembangunan jalan tersebut, Kepala Desa Ehe, Spener Sigandong, menjelaskan bahwa seluruh pekerjaan telah melalui proses pemeriksaan dan audit oleh Inspektorat Kabupaten Minahasa Utara.

Menurutnya, proyek yang menjadi sorotan masyarakat tersebut telah diperiksa dan tidak ditemukan permasalahan sebagaimana yang dituduhkan.

Namun pernyataan tersebut justru memunculkan reaksi dari sebagian warga yang menilai audit tersebut perlu dibuka secara transparan kepada publik. Warga meminta hasil pemeriksaan dan dokumen pertanggungjawaban proyek dapat diperlihatkan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Sejumlah warga bahkan mendesak agar dilakukan pemeriksaan independen oleh aparat penegak hukum untuk memastikan seluruh proses pengelolaan Dana Desa telah berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Masyarakat berharap adanya klarifikasi resmi dari Inspektorat Kabupaten Minahasa Utara terkait hasil audit yang dimaksud, termasuk ruang lingkup pemeriksaan, temuan, serta rekomendasi yang telah diberikan kepada pemerintah desa.

Kepala Desa Kumpulkan Warga di Balai Desa
Di tengah mencuatnya berbagai sorotan publik, berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, pada hari ini Kepala Desa Ehe mengumpulkan masyarakat di Balai Desa untuk mengikuti kegiatan sosialisasi terkait berbagai program bantuan pemerintah.

Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah warga desa dan membahas berbagai program bantuan yang akan maupun sedang disalurkan kepada masyarakat. Meski demikian, sebagian warga menilai sosialisasi bantuan pemerintah tidak serta-merta menjawab berbagai pertanyaan yang selama ini berkembang mengenai penggunaan Dana Desa dan pelaksanaan pembangunan di wilayah mereka.

Warga berharap pemerintah desa dapat membuka secara transparan seluruh dokumen penggunaan anggaran, realisasi pembangunan, serta laporan pertanggungjawaban keuangan desa agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan.

Masyarakat Desa Ehe kini mendesak agar aparat penegak hukum, termasuk Kejaksaan Negeri Minahasa Utara dan instansi pengawas terkait, melakukan penelusuran menyeluruh terhadap pengelolaan Dana Desa apabila ditemukan indikasi pelanggaran yang merugikan keuangan negara maupun masyarakat.
Menurut warga, transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci utama untuk menjawab berbagai dugaan yang berkembang di tengah masyarakat.

“Kalau memang semua penggunaan anggaran sudah sesuai aturan, tentu tidak ada alasan untuk menutup-nutupi dokumen dan hasil pemeriksaan. Kami hanya ingin kejelasan agar masyarakat tahu ke mana dana desa digunakan,” ujar salah satu tokoh masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat pernyataan resmi dari Inspektorat Kabupaten Minahasa Utara terkait hasil audit yang disebutkan oleh Kepala Desa Ehe. Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh informasi yang berimbang dan akurat.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *