oleh

Dermaga Polairud Bitung Jadi Surganya Mafia BBM, LSM GTI Sebut Negara Dilecehkan, Kapolda Sulut Segera Copot DirPolairud

-Bitung-75 Dilihat
banner 468x60

LacakFakta.com/Bitung, – Markas Polairud Bitung kini menjadi sorotan utama! Diduga kuat, dermaga yang seharusnya menjadi benteng pertahanan negara, justru menjadi surga bagi para mafia Bahan Bakar Minyak (BBM)! Aktivitas bongkar muat BBM Bio Solar bersubsidi ilegal di wilayah tersebut semakin merajalela!

Dari pantauan awak media, kegiatan haram ini berlangsung pada Selasa, 3 Februari 2026, pukul 02.30 dini hari, puluhan mobil tangki berwarna biru putih bertuliskan PT Srikarya Lintasindo (SKS) terlihat lalu lalang keluar masuk kawasan dermaga Polairud Polda Sulut! Pemandangan ini semakin memperkuat dugaan keterlibatan oknum aparat dalam praktik haram ini!

banner 336x280

BBM jenis Bio Solar bersubsidi tersebut diduga berasal dari gudang penampungan milik PT Sri Karya Lintasindo (SKS) yang berlokasi di Kompleks Perumahan Manembo-Nembo, Kecamatan Matuari, Kota Bitung! Gudang ini berada di lokasi yang sangat strategis, tepat di belakang pangkalan ojek depan Perum Bumi Bringin!

Informasi yang dihimpun awak media dari warga sekitar gudang penimbunan menyebutkan bahwa gudang tersebut diduga milik seorang anggota Polri bernama Arnold Moningka, yang bertugas di Satreskrim Polres Bitung! Diketahui, Arnold Moningka adalah mantan Kanit Tipidter yang saat ini menjabat sebagai Kanit Resmob Polres Bitung!

Warga juga menuturkan bahwa gudang tersebut disewakan oleh oknum anggota Polres Bitung tersebut kepada Haji Farhan, pemilik PT SKS, untuk dijadikan gudang penimbunan BBM ilegal!

Upaya awak media untuk mengkonfirmasi kepada Haji Farhan, sang pemilik PT SKS, tidak membuahkan hasil! Haji Farhan tidak merespon, sehingga awak media kesulitan mendapatkan informasi atau konfirmasi darinya!

Ketua Umum Garda Timur Indonesia (GTI), Fikri Alkatiri, dengan nada berapi-api mengecam tindakan Polairud Polda Sulut yang membiarkan kegiatan bongkar muat BBM yang diduga ilegal tersebut berlangsung di dermaga yang seharusnya diperuntukkan sebagai sarana pertahanan negara!

“Ini penghinaan terhadap negara! Dermaga Polairud bukan tempat untuk bisnis haram! Kapolda Sulut harus bertanggung jawab penuh atas kejadian ini! Negara dilecehkan! Hukum tumpul!” tegas Fikri Alkatiri!

Fikri Alkatiri mendesak Kapolda Sulut untuk segera mencopot Dir Polairud dari jabatannya karena dinilai bekerja sama dengan mafia BBM dalam menyalurkan BBM ilegal!

“Kapolda Sulut jangan tunda lagi! Copot Dir Polairud dan periksa Haji Farhan! Usut tuntas kasus ini! Bongkar jaringan mafia BBM di Bitung hingga ke akar-akarnya! Jangan biarkan negara kalah dengan para penjahat! Tegakkan hukum tanpa pandang bulu!” serunya dengan nada penuh kekecewaan dan kemarahan!

Masyarakat Bitung menuntut tindakan tegas dan cepat dari Kapolda Sulut! Usut tuntas kasus ini! Jangan biarkan mafia BBM merajalela dan merugikan negara serta masyarakat! Copot Dir Polairud! Periksa Haji Farhan! Seret semua pelaku ke pengadilan! Hukum harus ditegakkan! Keadilan harus ditegakkan!

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *