LacakFakta.com/Manado, — Kekerasan “tarkam” (tarung kampung) kembali memakan korban di Kombos Timur Lingkungan III, yang dikenal sebagai Eks Kampung Texas dan Kampung Pondang! Kali ini, seorang jurnalis bernama Astrid nyaris meregang nyawa akibat serangan brutal sekelompok anak muda Kampung Pondang! Insiden ini menambah daftar panjang kekecewaan warga Eks Kampung Texas terhadap aparat penegak hukum (APH) yang diduga mandul dalam menangani konflik berkepanjangan ini.
Laporan warga Eks Kampung Texas seakan tak pernah digubris, membuat mereka merasa terancam dan diabaikan oleh negara yang seharusnya melindungi mereka! Fakta bahwa seorang jurnalis menjadi korban kekerasan semakin memperburuk citra penegakan hukum di wilayah ini.
Astrid, yang juga merupakan warga Eks Kampung Texas, nyaris menjadi korban “tarkam” saat sedang duduk di sebuah warung makan bersama Stevi, Sinta, dan Madina pada Jumat, 2 Januari 2026. Tiba-tiba, sekelompok anak muda Kampung Pondang menyerang mereka dengan senjata tajam jenis panah wayer!
“Kami sedang duduk santai, tiba-tiba mereka datang menyerang tanpa alasan yang jelas! Saya dan teman-teman langsung panik dan berlarian menyelamatkan diri,” ujar Astrid dengan nada trauma saat dikonfirmasi awak media. Senin 12 Januari 2026.
Namun, laporan/pengaduan dengan nomor 11/I/2026/SPKT/resta mdo, seakan lenyap ditelan bumi! Polres Manado terkesan mengabaikan laporan penting ini, meskipun korban adalah seorang jurnalis yang seharusnya mendapatkan perlindungan lebih!
Astrid mengungkapkan bahwa beberapa warga juga sempat melaporkan hal serupa ke Polsek Singkil, namun jawaban yang diterima justru membuat hati mereka semakin terluka. Pihak Polsek Singkil tidak menanggapi dan hanya mengatakan bahwa laporan mereka sudah menumpuk, serta mengarahkan warga Eks Kampung Texas untuk melaporkan hal tersebut ke Polres Manado!
“Kami sudah capek melapor! Kami merasa seperti tidak ada artinya di mata hukum! Apakah karena kami warga kecil, laporan kami tidak dianggap serius?” keluh Astrid dengan nada kecewa.
Kekecewaan mendalam terhadap APH yang seharusnya melindungi masyarakat kini membara di hati warga Eks Kampung Texas! Mereka merasa ditinggalkan dan tak berdaya menghadapi teror “tarkam” yang terus menghantui! Apalagi, seorang jurnalis yang seharusnya menjadi pilar demokrasi pun ikut menjadi korban!
Sementara itu, korban dari Eks Kampung Texas terus berjatuhan! Luka fisik dan trauma psikis membekas dalam kehidupan mereka! Namun, tak ada penanganan serius dari APH!
Warga Eks Kampung Texas kini hidup dalam ketakutan yang nyata! Mereka mempertanyakan keberadaan Polres Manado dan Polsek Singkil yang seakan tak berdaya menghadapi aksi brutal “tarkam” ini!
Masyarakat menuntut tindakan tegas dari Kapolda Sulut! Jangan biarkan “tarkam” merajalela dan merenggut nyawa, apalagi sampai menimpa seorang jurnalis yang sedang menjalankan tugasnya! Lindungi warga Eks Kampung Texas! Tegakkan hukum seadil-adilnya! Jangan sampai ada yang merasa kebal hukum! Jangan tutup mata terhadap penderitaan masyarakat! Jangan biarkan Eks Kampung Texas menjadi neraka bagi warganya!














Komentar